Cinta
di Akhir Kehidupan
Nyko
adalah anak orang kaya di daerahnya. Tetapi sejak kecil dia tidak pernah di
asuh oleh kedua orang tuanya karena sejak dia kecil orang tuanya selalu sibuk
dengan pekerjaanya tanpa memperdulikan nasib dan keadaan nyko kelak di kemudian
hari. Nyko sejak kecil di asuh oleh para pembantu yang ada di rumahnya. Dengan
keadaan seperti begitu setiap hari, nyko tumbuh menjadi anak yang kurang
terdidik, dan anak yang mempunyai pergaulan bebas. Dia suka mabuk – mabukan,
merokok , judi, dan suka membolos setiap jam pelajaran sekolah.
Pagi
hari udara masih terasa segar, membuat semua orang senang untuk memulai
aktifitasnya lagi, begitu juga dengan kedua orang tua nyko, mereka mulai bekerja
pada pukul 06.00 WIB. dan berakhir pada pukul 22.00 WIB. tetapi berbeda dengan
nyko, meskipun waktu sudah menunjukan pukul 06.30 WIB. Nyko belum juga bangun dari
tempat tidurnya. Hampir setiap hari dia selalu terlambat setiap datang ke
sekolah. Tetapi hal seperti itu sudah menjadi kebiasaan dalam hidup nyko. Tidak
tahu apa yang dia fikirkan seakan – akan setiap orang yang sudah menasehatinya
di anggap seperti angin yang lewat begitu saja.
***
“Tet...tet...tet...”.
bel masuk pun berbunyi, tetapi dengan gaya santai nyko baru kelihatan dari
kejauhan. Padahal pintu gerbang sekolah sudah di tutup, tetapi nyko masih tetap
santai berjalan menuju sekolah. Sesampai di depan pintu gerbang yang sudah di
kunci. Dia berhenti sejenak dan akhirnya dia berjalan menuju pagar samping
sekolah. Setiba disana nyko memanjat naik pagar berusa masuk kedalam sekolah.
Setelah bisa masuk ke sekolah dia langsung berlari tergesa – gesa tanpa
memperhatikan jalan yang di lewati.
Tiba-tiba
“aaaaaaahhhhhhh........”, terdengar suara jeritan anak perempuan, ternyata nyko
menabrak anak perempuan yang memakai kerudung
sedang berjalan dan membawa banyak tumpukan buku. Anak perempuan itu terjatuh dan semua buku yang dia
bawa jatuh berceceran. Dengan gaya sombongnya, nyko berjalan santai tanpa
memperdulikan nasib anak itu.
“hay kau, sudah nabrak nggak mau tanggung jawab lagi”,
teriak risna sambil berlari menuju nyko. “salah sendiri kenapa jalan nggak
pakai mata, lihat – lihat dong nggak tau ada orang tergesa-gesa “, celetus
nyko. Tiba-tiba rini berjalan sambil berkata “ ah sudahlah ris, jangan di
fikirin, aku minta maaf ya atas kejadian ini.”
“oh ya nggak apa-apa kok, aku juga minta maaf ya!”,
jawab nyko. Kemudian rini dan risna berjalan menjauhi nyko. Tetapi nyko masih
saja berdiri ditempat itu sambil memikirkan perempuan itu.
***
Setelah kejadian tadi, di benak nyko selalu
terbayang-bayang perempuan itu. Setiap dia mau melakukan sesuatu apapun, dia
selalu ingat perempuan itu. Hari demi hari pun berlalu, lama kelamaan nyko
mengetahui nama perempuan itu, dan akhirnya sampai menjadi sahabat juga.
Perempuan itu adalah rini, dia seorang perempuan yang sangat cantik dan sangat
taat pula dalam urusan agama. Tetapi satu hal yang membuat hidupnya terasa
tidak nyaman, karena dia mengidap penyakit leukemia stadium akhir. Dan kata
dokter hidupnya tidak akan lama lagi. Semenjak kejadian itu rini bertekat bahwa
sebelum dia meninggalakn dunia ini, dia ingin merasakan bagaimana pacaran itu.
Ternyata tak di
sangka nyko dan rini saling mencintai. Setiap berangkat dan pulang sekolah
mereka selalu berdua. Tetapi setelah beberapa bulan mereka pacaran lama
kelamaan nyko baru menyadari bahwa ternyata pacarnya itu sedang mengidap
penyakit yang selama ini di sembunyikan darinya.
Di sebuah taman nyko bertanya kepada rini “rini aku
boleh bertanya kepada kamu nggak, tetapi kamu harus jawab dengan jujur ya !”. “
ya boleh, tetapi Tanya soal apa !”, jawab rini. Akhirnya nyko pun bertanya,
meskipun dia sangat gugup, “rini apakah kamu mengidap penyakit berat?”. Setelah
mendengar pertanyaan dari nyko rini pun kaget dan dengan wajah sangat pucat
rini berlari menjauhi nyko.
Semenjak beberapa hari setelah kejadian itu rini tidak
pernah masuk sekolah, dan setiap nyko mencoba menelpon rini selalu tidak di
angkat. Tiba-tiba nyko mendapat surat dari rini yang dititipkan lewat risna.
Setelah membaca surat dari rini, nyko pun pergi menuju suatu tempat, ternyata
tempat itu adalah sebuah makam tempat rini beristirahat sekarang. Tak di sangka
isi surat itu adalah ucapan selamat tinggal dari rini untuk nyko yang terakhir.
Daan dia mengucapkan terima kasih kepada nyko yang telah mendampinginya di
akhir-akhir hidupnya. Dan dia juga berpesan agar nyko tetap menjadi orang yang
dikenal rini yaitu orang yang baik.
Dan dimakam itulah nyko pertama kali menangis dan
menyesali perbuatan yang di lakukanya. Karena dia tidak sempat membuat rini
senang di akhir-akhir hidupnya. Dan memenuhi permintaan terakhir dari rini
yaitu bunga anggrek ungu. Akhirnya dia meletakkan bunga anggrek ungu di atas
makam rini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar